TAWARAN ISLAM DALAM MEMILIH SOSOK PEMIMPIN

Hotmamannews.com – medan. – Momen Pilkada di tahun 2020 yang insyaallah diselenggarakan pada tanggal 09 Desember 2020 diseluruh indonesia bagi daerah yang telah berakhir masa jabatan Kepala Daerahnya telah terlihat nyata mulai menggeliat. Tahapan Pendaftaran Paslon telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan aturan main oleh penyelenggara pemilu (KPU). Jual program dan rencana kebijakan strategis dalam memikat hati pemilih telah berangsur-angsur menghiasi media sosial, baik media cetak maupun elektronik secara sembunyi-sembunyi dan curi-curi start oleh pasangan calon, tim sukses atau masyarakat yang simpatik dengan calon yang diunggulkannya, karena masa kampanye belum memasuki tahapannya.

Masyarakat telah mulai mengamati, mencari-cari, mendekati dan malah sudah bergabung dalam tim sukses paslon yang telah mendapatkan perahu untuk didayung dan dikemudikan menuju ornag nomor satu dan dua di suatu daerah. Banyak faktor yang membuat ketertarikan masyarakat untuk mulai melirik, mendekati serta bergabung kepada sebuah paslon tertentu untuk melabuhkan pilihannya, namun pilihan yang masih semu, karena bermacam-macam faktor masyarakat ingin mencoba menentukan pilihannya yaitu :

Pertama : Adanya kedekatan hubungan emosional yang tidak bisa  kelain hati. seperti hubungan kekeluargaan, hubungan kepartaian, hubungan kedinasan,  hubungan kesukuan, hubungan agama dan lain-lain, sehingga seseorang mementukan pilihannya kepada Paslon. Persoalan baik atau tidaknya calon yang ia promosikan itu urusan nanti.

Kedua : Ada keinginan tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi maupun kelompok yang dijanjikan paslon tertentu untuk direalisasikan jika paslon tersebut nanti sukses menjadi kepala Daerah

Ketuga :  Mencari keuntungan sesaat untuk kebutuhan pribadi, keluarga maupun teman yang dibawa bergabung memberikan dukungan kepada paslon tersebut, dan niatnya hanya untuk mendapatkan materi dari jasanya

Keempat : Menentukan pilihan dari dini karena paslon itulah yang terbaik dari paslon lainnya, menurut rasio dan akal sehatnya.

Kelima : Menentukan pilihan karena ikut-ikutan  orang lain, sehingga rekomendasi dan pengaruh cerita-cerita tentang paslon membuat seseorang tertarik dan menentukan pilihannya

Keenam : Menentukan pilihan karena ketaatan paslon kepada agamanya, berakhlaq mulia, bertanggungjawab dan bersikap adil.

Sesungguhnya seabgai orang yang beragama islam, kita sudah memiliki kriteria-kriteria pemimpin yang tertuang dalam Al Qur’an maupun Hadist yang harus kita perjuangkan untuk bisa duduk disinggasananya. Namun sangat sulit menemukan tokoh-tokoh yang memiliki kriteria yang diinginkan oleh Al Qur’an maupun Hadist tersebut. Jika pun ada orang yang bersangkutan pula yang tidak mau dan berminat untuk itu. Paling tidak kita harus menentukan pilihan kepada paslon yang mendekati kepada kriteria itu (memilih yang terbaik dari yang baik dan lebih unggul dari yang unggul). Bagaimana kriteria pemimpin yang ditawarkan Islam…..?  :

  1. Beiman dan bertaqwa kepada Allah Swt
  2. Berakhlaq yang mulia
  3. Sanggup berlaku adil dan bertanggungjawab
  4. Mengukur kemampaun dan jangan berambisi
  5. Tidak meminta untuk dicalonkan, tapi orang lainlah yang menginginkan anda untuk menjadi pemimpinanya
  6. Siap untuk melayani, bukan untuk dilayani
  7. Cepat tanggap terhadap permasalahan yang ada
  8. Mengedepankan musyawarah mufakat tidak egois
  9. Mementingkan kepentingan ummat dari pada kepentingan pribadi dan golongan
  10. Menjauhi sikap arogan dan selalu toleran
  11. Menjaga hubungan baik dan bekerjasama dengan ulama, aghniya serta umara lainnya                                Semoga pemilu tahun 2020 dapat menghasilkan pemimpin yang memiliki kriteri yang ditawarkan islam untuk kemaslahatan bangsa dan agama kedepan. (NM)
Total Views: 1930 ,